6.9.10
13.8.10
BLOG DETIK. Mengapa Tidak?
Memilih platform blogging adalah salah satu faktor kunci yang harus diperhatikan oleh seorang calon blogger sebelum memulai aktifitas bloggingnya. Saat ini banyak sekali tempat yang menyediakan jasa blogging, mulai dari yang berbayar sampai dengan yang gratisan - dan tentu saja masing masing tempat yang akan anda pilih ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.
Jika anda 'menyewa' sebuah nama domain komersial (COM, NET, ORG dan lain lain) plus dengan paket webhostingnya, maka biasanya anda akan mendapat juga paket untuk menginstall dan menjalankan blogging platform yang anda inginkan melalui fasilitas CPanel yang diberikan oleh perusahaan penyedia jasa registrasi nama domain dan webhosting tempat anda mendaftarkan atau membeli nama domain tersebut. Melalui fasilitas CPanel yang biasanya bisa diakses melalui link http://www.namadomainanda.com/cpanel, anda bisa memilih blogging platform apa yang akan di install, anda bisa memilih wordpress, drupal, joomla dan lain sebagainya.
Keuntungan untuk memilih Blogging berbayar? Alamat blog anda akan terkesan unik dan tentu saja tidak ada duanya karena memiliki domain sendiri. Anda bebas berkreasi dan menggunakan blog anda sesuai dengan tujuan yang anda inginkan, anda bebas mengganti tampilan themes, memasang space iklan dan lain sebagainya. Dan untuk kategori blog bisnis - dengan memiliki sebuah blog berbayar tentu juga akan mengangkat derajat bisnis yang sedang anda jalankan - dengan memiliki nama domain komersial tersendiri menunjukkan bahwa anda benar benar serius menciptakan brandname untuk bisnis tersebut.
Kekurangannya? Tidak semua blogger bisa menjadi seorang Internet Marketer yang baik. Sebuah blog tentu saja akan menjadi 'berarti' jika ada yang mengunjunginya - apa gunanya membuat sebuah blog jika tidak ada yang mau datang berkunjung? Seringkali yang terjadi ketika seorang blogger memilih untuk menggunakan fasilitas berbayar adalah dia kesulitan untuk 'memasarkan' blog miliknya agar diketahui dan kemudian dikunjungi orang lain. Ini terjadi karena sang blogger sendirilah yang harus melakukan semua kegiatan blogging mulai dari menuliskan atau mempublikasikan informasi informasi terbaru ke dalam blog sampai dengan bersusah payah untuk memperkenalkan alamat blognya ke orang lain.
Lalu bagaimana solusi untuk menghilangkan 'kekurangan' yang telah disebutkan di atas. Banyak cara untuk memperkenalkan blog anda dan salah satunya adalah dengan cara ...
26.6.10
Give Honor To Whom Honor Is Due
Beberapa hari lalu, seorang teman 'curhat' dengan nada jengkel, rupanya sang teman ini sedang 'beruntung' - salah satu posting blognya dicopas alias diplagiat oleh orang lain dan kemudian dipublikasikan dalam sebuah group facebook yang memiliki cukup banyak anggota, dengan 'sedikit usaha editing' untuk menghilangkan 'kesan' teman saya sebagai penulis aslinya. Satu hal yang cukup menggelikan bagi saya karena blog sang teman termasuk blog kategori sepi pengunjung (sama seperti blog ini), entah apa yang merasuki sang plagiator sehingga berani mencuri hasil karya tulis teman saya itu, mungkin saja karena sang plagiator tahu bahwa teman saya bukan seorang 'blogger selebriti' dan blognya 'tidak begitu terkenal' sehingga dia merasa aman aman saja - merasa tidak akan ketahuan ketika mengambil salah satu posting yang dirasa bagus untuk diakui sebagai hasil tulisan cemerlangnya.
Jiplak menjiplak dalam aktifitas blogging ternyata masih terjadi, masih ada sebagian orang (blogger) yang tanpa dosa mengambil apa yang telah ditulis dengan susah payah oleh orang lain, entah itu hanya agar dianggap dan diakui sebagai orang 'pintar' oleh teman teman dalam kelompoknya sendiri atau bahkan menjiplak untuk 'orientasi bisnis' agar bisa mendapatkan keuntungan yang bersifat materi atau finansial - seperti menjiplak posting blog untuk kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku dengan nama sang penjiplak sebagai penulisnya.
23.6.10
Posting Me Too
Dua hari yang lalu handphone kesayangan saya 'ngadat', satu satunya mobile device dual GSM yang saya miliki sebagai orang penting (haiihhh!!!) tiba tiba saja tidak berfungsi karena sebuah 'kecelakaan kecil'. Sang pemilik jasa service handphone yang baik hati dan juga memiliki counter berjualan handphone dengan manisnya berkata "daripada diperbaiki, mending beli baru saja mas .. biaya service dan ganti part ga beda jauh dengan harga kalau beli baru".
Hiks! Alangkah malangnya, saya pun terpaksa melirik ke mesin ATM untuk mengeluarkan sejumlah uang agar bisa membeli handphone baru. Benar benar sebuah pengeluaran yang tidak terduga untuk bulan ini.
Dan karena saya termasuk orang 'gaptek' yang tidak begitu mengikuti perkembangan handphone, maka mesin pencari Google adalah media untuk mencari informasi handphone murah meriah dengan standard ISO .. ISO digawe telpon, ISO digawe sms an ...
Tapi terus terang kemudian saya kecewa, review tentang sebuah merk handphone yang saya cari, bias iklan yang saya temukan. Dalam proses pencarian tentu saja saya ingin mendapatkan sebuah informasi atau 'review' tentang pengalaman pengguna, plus minus dari handphone tersebut dan lain sebagainya. Tapi yang sering saya temukan malah hanya sekedar 'copy paste' iklan. Kesan yang saya tangkap 'para pemberi informasi' ini hanya ingin 'nunut terkenal' sebagai product reviewer tanpa pernah menggunakan atau bahkan menyentuh handphone itu sendiri
Fokus Di Konten, Bukan Di Desain
Lagi lagi, saya menemukan tampilan blog ini 'hancur berantakan' setelah melakukan upgrade platform Wordpress ke versi 3.0 dan juga upgrade themes. Prasangka saya tentu saja ada yang 'crash' entah itu di plugins yang terinstall atau mungkin juga blog theme yang saya gunakan 'tidak kompatibel' dengan versi terbaru dari mesin blogging Wordpress. Walau .. ehemm .. 'sedikit' ahli utak atik themes hasil karya orang lain :D, kali ini saya mendadak malas untuk mencari di mana letak kesalahannya. Tiba tiba saya berpikir, "jika sibuk mencari, utak atik dan gonta ganti themes hanya untuk sekedar sedap dipandang mata, lalu kapan menulisnya?"
Themes sebuah blog bak desain tampilan sebuah rumah, dan bagi sebagian besar orang desain atau bentuk rumah yang mentereng adalah sebuah kebanggaan. Apabila menggunakan Wordpress sebagai platform blogging, akan kita temukan banyak themes gratis yang 'menggoda' untuk diaktifkan, diutak atik sana sini agar tampilannya sesuai dengan selera. Tapi ya itu tadi, saking tergodanya untuk membuat tampilan blog menjadi 'indah' .. banyak orang (termasuk saya) yang malah sibuk keseringan merenovasi blog daripada melakukan posting .. hehehe!