Dalam kehidupan sehari hari kita sering dihadapkan dengan berbagai macam masalah yang membutuhkan solusi pemecahan dan seringkali kita terjebak dan berputar putar dalam masalah tersebut karena tidak mengetahui bagaimana menyelesaikannya.
Ada dua tipikal manusia yang bisa terlihat ketika sedang dihadapkan dengan masalah yang harus diselesaikan. Tipikal pertama adalah mereka yang langsung menyerah dan meminta orang lain untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, dan tipikal kedua adalah mereka yang berusaha sekuat tenaga mencari jalan untuk memecahkan masalah tersebut dengan usahanya sendiri.
Terus terang saya pribadi sangat jengkel dengan tipikal manusia pertama, mereka yang langsung menyerah dan meminta orang lain untuk menyelesaikan masalah tersebut bagi mereka. Alasan alasan yang sering mereka lontarkan adalah "saya belum pernah menghadapi masalah ini, penyelesaian masalah ini bukan dalam bidang keahlian saya, kalau ada kamu yang bisa menyelesaikannya mengapa saya mesti repot repot .." Shit! OK, maafkan jika saya harus 'misuh' jika menghadapi tipikal manusia semacam ini.
Ada yang mengatakan "malu bertanya sesat di jalan .. jika tidak mengetahui solusinya maka bertanyalah". Bertanya di sini bukan berarti meminta orang lain terjun langsung untuk 'memperbaiki' dan menyelesaikan masalah tersebut, bertanya di sini adalah tentang bagaimana mencari informasi atau saran dari orang lain dan kemudian mengaplikasikannya sendiri untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
Bertanya adalah sebuah jalan pintas paling mudah dan banyak 'alat' yang bisa membantu agar kita bisa mendapatkan jawaban atas penyelesaian masalah tersebut.
Dalam kasus Ketika perangkat notebook atau komputer pribadi yang saya miliki tiba tiba tidak bisa dijalankan misalnya, maka yang saya lakukan adalah mencari informasi mengenai masalah tersebut di mesin pencari google, saya ketikkan 'pesan error' yang muncul di layar komputer dan berharap ada orang lain yang pernah menghadapi dan berhasil menyelesaikan masalah tersebut. Seringkali informasi yang saya dapatkan agak membingungkan dan simpang siur, tapi saya harus berani 'mengambil resiko' dengan melakukan proses 'trial & error' sampai menemukan solusinya. Satu hikmah yang didapatkan adalah, berawal dari tidak tahu kemudian menjadi tahu. Bukankah pengalaman ini akan menjadi sebuah asset pribadi yang berharga?
Banyak orang yang mengatakan bahwa proses penyelesaian masalah yang saya lakukan itu buang buang waktu saja, bukankah bisa langsung membawanya ke 'tukang service' untuk memperbaikinya? Hmmm .. mungkin saya termasuk orang yang 'pelit' untuk membayar orang lain, saya lebih suka menyelesaikannya sendiri .. jika toh saya harus membayar dan membawa masalah untuk diselesaikan orang lain, itu harus terjadi setelah saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikannya sendiri.
No comments:
Post a Comment