Facebook, Twitter dan sebangsanya memang telah memberikan kemudahan kepada kita untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain - baik itu orang orang yang sebelumnya tidak kita kenal atau teman teman lama yang telah kita kenal dalam kehidupan sehari hari.
Setiap hari selalu kita sempatkan mata untuk 'memandangi' dan memperhatikan News Feeds atau Timelines milik 'teman teman' kita - tidak mau ketinggalan kita juga ikut melakukan aktifitas walling atau 'nembok', mempublikasikan 'kicauan' kita membanjiri Internet - mulai dari update tentang informasi terkini yang sedang terjadi, update informasi untuk berbagi ilmu, update status bernuansa iklan sampai dengan update bernuansa depresif.
Ahh, Social Networking memang memberikan kesempatan seluas luasnya sebagai media yang memuaskan dahaga manusia untuk 'eksis' - ingin dirinya diperhatikan, menjadi terkenal dan juga 'didengar' suaranya oleh orang lain.
Seringkali kita terjebak dengan 'kebebasan' ini, sering kita merasa terlalu bebas untuk mengekspresikan diri di hadapan orang lain - sering kita lihat update status yang .. ehemm .. 'rada aneh' - seperti misalnya; dengan semena mena membongkar kelemahan atau bahkan membuka aib diri sendiri (parahnya - aib orang lain). Sering kita lihat atau mungkin kita sendiri hobi melakukan update status seperti ...
"Aduh, hari yang benar benar menjengkelkan"
"Badanku lemes .. capek kuadrat"
"Aku sakit perut"
"Huhuhu .. hidungku mampet, sengsaranya jika kena flu"
"Oh Cinta, mengapa kau tinggalkan aku"
"Sebel sama kamu ... "
"sebel sama istriku .. hobi shopping melulu"
"sebel sama suamiku .. hobi molor melulu"
"Ugghh ... sebel sebel sebel dan seterusnya"
Halah .. alangkah depresifnya ... memang sah sah saja dan menjadi hak setiap orang untuk menyebarkan 'informasi' apa saja di Internet. Tidak ada larangan untuk itu - bahkan ada yang mengatakan, mengungkapkan hal hal seperti itu bisa membuat 'jiwa menjadi sehat' - daripada disimpan sendiri dan membuat sesak di dada mending dikeluarkan saja, ya kan? Tapi tahukah, bahwa semua yang kita publikasikan itu bisa mempengaruhi orang lain? Orang orang yang kebetulan berada di dalam jaringan pertemanan kita?
Tahukan anda bagaimana virus menular? Dalam dunia IT misalnya, mereka yang berkutat dalam seluk beluk jaringan komputer tentu akan paham, jika salah satu komputer yang tersambung dalam sebuah jaringan terinfeksi sebuah virus komputer, maka komputer komputer lain yang berada di dalam jaringan tersebut juga akan beresiko untuk terinfeksi virus yang sama. Sama halnya dalam dunia medis, kita mengetahui bahwa wabah virus bisa menyebar melalui udara, sentuhan fisik dan lain lain - gampangnya jika salah seorang anggota keluarga terkena flu misalnya, - maka bisa dipastikan anggota keluarga lainnya juga akan terkena flu.
Social Networking adalah sebuah 'jaringan' manusia, di mana manusia saling terhubung satu sama lain - sadar atau tidak berusaha saling mempengaruhi 'pikiran' manusia lainnya. Kita berbicara tentang sugesti atau pola pikir, sesuatu yang bergerak di alam bawah sadar untuk menjadi sebuah pembenaran.
Ketika anda melakukan update status yang bersifat depresif seperti misalnya "Capek bener hari ini, badan lemes, kerjaan numpuk .. Bete Habis!" - dan kemudian seorang teman anda membaca update status tersebut, apa yang bisa terjadi? Teman anda yang sebelum membaca status itu sedang 'sehat wal afiat bin bahagia', bisa mendadak berpikiran sama tentang hari yang sedang dilaluinya'. Ketika update status anda terbaca olehnya, kata kata depresif tersebut membentuk sebuah pola pikir dalam dirinya...
"Iya sama. Kerjaan gue juga numpuk. Capee deh"
Haaa! satu orang teman yang semula enjoy dengan keadaannya tiba tiba menjadi sama depresifnya dengan anda .. bagaimana jika tidak hanya satu orang teman? bagaimana jika banyak teman yang juga membaca update status depresif tersebut dan kemudian mengalami hal yang sama?
---
Yup! Sekali lagi, adalah hak setiap orang untuk 'mencurahkan' dan membanjiri Internet dengan semua unek unek yang ada di dalam pikirannya. walau tentu saja sangat bijaksana jika tidak mempergunakan kebebasan tersebut secara berlebihan, betul?
*Ehm .. saya yang menuliskan posting ini bukanlah seorang psikolog atau pakar dalam ilmu hubungan antar manusia, jadi mohon maaf apabila yang saya tuliskan ini tidak benar atau bahkan menyinggung perasaan beberapa orang yang hobi berlebay alay alay bin ababil (ABG labil) .. hehehhehe ... sreseeett! *kabur ahhh .. banyak yang melototin dan pengen cekek saya*
No comments:
Post a Comment