Twitter. Siapa yang tidak kenal dengan burung kecil berwarna biru yang hobi berkicau di Internet itu? Masih banyak orang di Indonesia yang menyangka bahwa Twitter itu hanya sekedar 'fasilitas lain' untuk menyebarkan update status lebay alay alay, update status tentang kondisi mod hari ini, update status makan di mana dan sama siapa, update status 'juthek' karena sedang patah hati dan lain lain. Masih sedikit orang di Indonesia yang menyadari bahwa Twitter sebenarnya bisa juga menjadi media promosi yang efektif untuk menawarkan atau memperkenalkan bisnis kepada orang lain, sebagai media untuk memberikan update terbaru tentang jasa dan produk kepada para pelanggan atau calon pelanggan.
Sama halnya dengan Facebook yang banyak digunakan orang untuk 'jualan', Twitter sebenarnya juga bisa digunakan untuk tujuan itu, bahkan kegiatan jualan yang dilakukan bisa mencapai lebih banyak orang jika dibandingkan dengan Facebook - hal ini bisa terjadi karena Twitter adalah 'jaringan komunikasi' global dengan jutaan pengguna yang memungkinkan anda bisa 'terlihat' oleh siapa saja walau mereka tidak terdaftar sebagai follower anda - berbeda dengan Facebook di mana anda hanya akan terlihat oleh mereka yang terdaftar dalam list pertemanan anda.
Kuantitas Twitter Follower Bukanlah Jaminan
Banyak yang mengatakan jika ingin sukses berpromosi di Twitter, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah mendapatkan follower sebanyak banyaknya. Dan saya tidak setuju dengan pendapat ini.
Mendapatkan banyak follower adalah hal yang sangat sulit dilakukan, karena tidak semua tweeps (sebutan bagi mereka yang suka berkicau di Twitter) akan dengan sukarela mau menjadi follower anda – berbeda dengan Facebook di mana anda bisa melakukan ‘add friend’ sebanyak banyaknya kepada siapa saja secara membabi buta dan kemudian mereka juga dengan membabi buta ‘approve’ request add friend yang anda lakukan. Para Tweeps akan memilah milah siapa yang akan mereka follow, pertanyaannya adalah apakah anda memang layak untuk di follow? Hal ini karena semakin banyak orang yang di follow maka semakin tidak sedap tampilan ‘timeline’ update status pada account Twitter kita .. information overload. Para tweeps hanya akan melakukan follow apabila anda seseorang yang mereka kenal dengan baik, apabila anda seseorang yang mereka anggap penting .. apabila anda seorang artis atau selebriti atau apabila anda seseorang dengan wajah cantik atau ganteng (tujuannya apalagi jika bukan untuk ingin ‘kenal dekat’ dengan anda) :P
Di luar sana banyak fasilitas yang tersedia ‘untuk menambah follower’, fasilitas berbayar atau fasilitas gratisan – dan dua duanya menurut saya adalah TIDAK EFEKTIF. Mereka yang bergabung dengan fasilitas ini adalah mereka mereka yang juga ‘pebisnis’ – sama seperti anda yang juga ingin berjualan, dan dipastikan timeline Twitter account anda nantinya hanya akan berisi tweets tentang jualan, Yup! Semua hanya ingin jualan lalu siapa yang mau beli?
Bermainlah Dengan HashTag
Dengan menggunakan HashTag, update tweets yang anda lakukan bisa memiliki peluang lebih banyak untuk dibaca oleh orang lain, walau orang tersebut tidak menjadi follower anda.
HashTag adalah sebuah fasilitas dari Twitter untuk mengkategorikan atau channeling dari setiap update tweets yang dilakukan. HashTag diawali dengan tanda pagar ‘#’ di ikuti dengan keyword atau kata kunci yang sesuai dengan isi dari tweets tersebut. HashTag bisa juga dikatakan sebagai alat untuk menunjukkan minat seseorang terhadap sesuatu yang terkait dengan kata kunci tersebut. Biasanya mereka yang melakukan update tweet dengan menggunakan HashTag tertentu juga akan mencari siapa sajakah yang memiliki ‘ketertarikan’ sama dengannya.
Ilustrasinya, misalnya ketika saya melakukan update tweet
“Posting #artikel terbaru di #blog milik saya http://bit.ly/cHLCQn ”,
Maka yang biasanya saya lakukan adalah memeriksa tautan hashtag #artikel dan #blog untuk memastikan update tweet tersebut tampil di halaman pencarian khusus untuk kedua hashtag tersebut - dan pastinya saya kemudian juga akan melihat dan membaca update tweets lain yang juga menggunakan hashtag #artikel dan juga #blog – dan lagi lagi biasanya .. jika menarik, saya juga akan mengunjungi profile tweeps atau link yang diberikan dalam update tweets tersebut ;)
--
Saya sering menggunakan metode HashTag untuk melakukan promosi blog berbahasa Inggris milik saya yang beralamat di http://www.fxrepublic.com dan juga http://www.admarketpro.com dan menurut saya metode ini benar benar bekerja jika dilihat dari log traffic dan juga earning dari ‘pelayanan’ yang saya tawarkan.
Untuk blog yang berbahasa Indonesia saya belum begitu melihat hasilnya sebaik kedua blog berbahasa Inggris tersebut. Hmm .. mungkin saja karena Tweeps asal Indonesia masih suka menggunakan fasilitas Twitter untuk hanya sekedar update status Lebay Alay Alay? :P
----
Contoh Tweet Posting ini - melalui account Twitter @jelajahblog
Berpromosi Dengan Twitter Dan HashTag http://bit.ly/8XB0Ry #artikel #blogku #indonesia
[...] This post was mentioned on Twitter by Didin, eN.eM. eN.eM said: Berpromosi Dengan Twitter Dan HashTag http://bit.ly/8XB0Ry #artikel #blogku #indonesia [...]
ReplyDelete