30.5.10

Etika Berbisnis Di Facebook

Siapa sih yang tidak tahu facebook? Sebuah situs jaring pertemanan atau social networking yang masih saja 'heboh' sampai dengan saat ini, yang bahkan mengalahkan seniornya Friendster (jujur saja, sejak punya account facebook, saya tidak pernah login lagi di Friendster). :D

Seperti yang kita ketahui, alasan seseorang untuk bergabung di Facebook tidak hanya sekedar untuk mencari teman lama dan menjalin kembali tali silahturahmi yang terputus, ada juga yang bergabung untuk mencari teman, baru - bersosialisai entah itu untuk sekedar senang senang atau untuk urusan urusan lain seperti menjalin sebuah business networking misalnya.

Business Networking?

Ya! Bisa kita temukan banyak pelaku binsis yang bergabung di Facebook, dengan tujuan untuk menawarkan jasa atau produk yang mereka miliki. Efektifkah? Mungkin saja ada yang mengatakan mempromosikan sebuah bisnis melalui situs jejaring pertemanan seperti Facebook dan sebangsanya adalah sebuah cara yang efektif atau mungkin saja ada yang mengatakan cara tersebut tidak efektif dan sebagainya.

Tapi di sini saya tidak ingin berbicara tentang efektif atau tidaknya cara pemasaran atau menjalin business networking melalui situs jejaring pertemanan Facebook, yang saya ingin bicarakan adalah mengenai 'kode etik bisnis' yang seharusnya diterapkan oleh para pelaku bisnis ketika mereka sedang asyik memasarkan jasa atau produk mereka di situs tersebut.

Silahkan simak ceritanya ....


Saya memiliki beberapa teman Facebook yang menjalankan bisnis miliknya sendiri, beberapa di antara mereka saya telah kenal sedangkan beberapa lainnya adalah eman teman baru yang tidak saya kenal sebelumnya, alasan saya menambahkan ‘teman teman baru’ ini adalah seandainya nanti saya membutuhkan jasa atau produk mereka, maka saya tidak perlu repot repot lagi mencarinya.

Ada satu teman baru yang menurut saya agak 'keterlaluan', dia punya hobi melakukan update status di wall facebook miliknya - update status yang menurut saya sangat tidak sopan bahkan terkesan arogan. Saya melihat teman satu ini hobi melakukan update status tentang kejengkelannya atas pertanyaan pertanyaan 'bodoh' dari para konsumen atau calon konsumen yang dikirimkan kepadanya melalui email atau pesan percakapan Yahoo Messenger - pertanyaan ini itu tentang produk dan jasa yang ditawarkan oleh teman saya ini.

Yang membuat saya dengan semena mena dan sampai hati menjatuhkan vonis tidak sopan dan arogan kepadanya adalah karena update status yang dia publikasikan selalu bernuansa memojokkan, mengejek pertanyaan pertanyaan dari konsumen atau calon konsumennya

"Aduh .. sudah repot repot dibuatin FAQ masih bertanya juga"

"Ini bener bener bertanya atau sekedar ngetes saya yah?"

"Masa cara daftar ****** saja tidak tahu"

"Inilah repotnya jika berurusan dengan newbie .. "

dan seterusnya dan seterusnya...

Menurut saya, konsumen atau calon konsumen memang sudah SEHARUSNYA 'cerewet' dan banyak bertanya, ini karena mereka akan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan jasa atau produk yang ditawarkan. Setelah uang dibayarkan, kita semua tentu tidak akan mau dan ikhlas begitu saja jika ternyata jasa atau produk yang didapat tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Dan sudah menjadi KEWAJIBAN dari para pelaku bisnis, para penjual jasa atau produk untuk menjelaskan secara detail dan penuh KESABARAN atas pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan.

Saya jadi teringat sebuah pengalaman, ketika mengirimkan sebuah pertanyaan melalui email kepada seorang pemilik sebuah bisnis online yang memiliki business page di Facebook. Dan rupanya saya terlalu cepat bertanya, karena setelah mengirimkan email tersebut saya temukan bahwa pertanyaan yang sama persis dengan pertanyaan saya plus jawabannya telah dituliskan dengan sejelas jelasnya di bagian FREQUENTLY ASK QUESTION (FAQ) yang ada di website utamanya, malu karena takut dianggap 'bodoh' saya pun mengirimkan email susulan ...

" …. I am sorry .. Please ignore my previous email and question about .. I already found the answer on FAQ section"

Dan jawaban yang saya terima sungguh membesarkan hati ...

"No problem, I will be very happy to answer all your questions .. (dan dia tetap menjelaskan secara detail jawaban atas pertanyaan saya) .. kalau masih ada yang kurang jelas silahkan hubungi saya lagi, ya!"

Benar benar sebuah jawaban yang 'manis', dan dia benar benar menjaga privacy saya. Dia tidak dengan semena mena seperti teman saya dan menuliskan di wall update status Facebook-nya

"Eh, barusan ada orang tanya .. orang itu dodol banget loh ... penjelasan lengkap dah ada di FAQ tapi masih tetap tanya juga"

---

OK! Sekarang kesimpulannya.

Inti dari kesuksesan sebuah bisnis - bisnis apapun itu - adalah "PELAYANAN", mereka yang menjalankan bisnisnya secara profesional benar benar menyadari bahwa hidup mati bisnis yang sedang dijalankan sangat erat kaitannya dengan kualitas pelayanan yang mereka berikan kepada para konsumen! Dalam persaingan bisnis yang 'sengit' saat ini, konsumen akan dengan mudahnya untuk 'pindah ke lain hati', mencari dan memilih siapa yang bisa memberikan pelayanan terbaik.

Salah satu bentuk pelayanan adalah menjawab 'dengan sabar' semua pertanyaan yang terkait dengan jasa atau produk yang anda tawarkan, walau terlihat betapa 'bodoh atau gak nyambungnya' pertanyaan tersebut.

Menjaga 'kerahasiaan' para kosnumen juga penting, bayangkan jika anda melakukan update status di wall Facebook tentang kejengkelan kepada ''seorang konsumen cerewet', lalu konsumen tersebut ada di 'daftar teman' Facebook anda dan dia membaca betapa anda meremehkan pertanyaannya .. betapa anda 'menjelek jelekkan' dirinya ... Hmmm!

Hal yang harus diingat sebelum anda meninggalkan blog ini - ketika bergabung di Facebook dan menawarkan jasa atau produk kepada jaringan 'teman teman' yang anda miliki, maka sebenarnya anda juga membawa atau menawarkan kredibilitas bisnis yang sedang dijalankan dan juga menawarkan 'nilai nilai' kepribadian anda sebagai seorang pelaku bisnis. Mungkin saja anda memiliki ‘supporter'  yang akan melakukan klik link 'like' untuk setiap update status yang anda lakukan, tapi masih banyak orang lain yang akan 'benar benar menilai' apa dan siapa sebenarnya diri anda hanya cukup dengan melihat kalimat kalimat yang tertulis di wall anda.

--------

Btw, bagaimana dengan teman yang ‘ga sopan dan arogan’ tadi … Dia sudah tercoret dari daftar pertemanan saya. Dunia bisnis itu kejam, Jendral! :D

1 comment:

  1. wahhhhhh... pasang link-nya dong di ISEN
    ya ya... ditunggu yaaa
    .-= fekhi's last publication .... Terpuruk Sebagai Spammer Iklan =-.

    ReplyDelete

Free Download